Sunday, March 1, 2015

BAB I

BAB I
PENDAHULUAN
    1. Latar Belakang Masalah

Sistem informasi menurut Alter adalah suatu sistem kerja yang kegiatannya ditujukan untuk pengolahan (menangkap, transmisi, menyimpan, mengambil, memanipulasi dan menampilkan) informasi (http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi/08 November 2011). Dengan menggunakan sistem informasi yang memadai, maka proses pemantauan keadaan komputer labor STMIK Indonesia akan memberikan kemudahan bagi petugas labor dalam menangani masalah yang terjadi pada komputer labor, dan pada umumnya kepada STMIK Indonesia itu sendiri. Sistem Informasi yang bagus akan berpengaruh terhadap perguruan tinggi itu sendiri, yaitu pihak perguruan tinggi mempunyai nilai plus karena sudah memakai sistem informasi.
 Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer (STMIK) Indonesia merupakan salah satu lembaga pendidikan yang melakukan berbagai upaya untuk menghasilkan lulusan – lulusan yang handal dalam bidang komputer yang sesuai dengan perkembangan Teknologi Komputer dan Sistem Informasi saat ini serta mampu bersosialisasi dan berkomunikasi dengan baik.
Untuk memperoleh perguruan tinggi yang unggul maka Sistem Informasi Perawatan Komputer Labor STMIK Indonesia harus menetapkan kriteria-kriteria yang sesuai dan juga harus dipersiapkan dengan semaksimal mungkin. Dengan sangat berperannnya sistem informasi yang di terapkan di Instansi pendidikan terutama untuk STMIK Indonesia. Dengan adanya perkembangan sistem informasi dapat membantu petugas labor STMIK Indonesia dalam pemantauan keadaan komputer labor STMIK Indonesia yang mencakup :
      1. Informasi Kerusakan Komputer.
      2. Informasi Jumlah Komputer.
      3. Informasi Jumlah Komputer yang kondisi baik.
      4. Informasi tipe dan merek komputer yang sering terjadi kerusakan.
      5. Informasi merk dan spesifikasi komputer yang digunakan di labor.
Belum ada jadwal rutinitas untuk mengecek komputer labor secara berkala. Oleh sebab itu sering terjadi penumpukan kerusakan pada komputer labor. Dengan adanya penumpukan seperti ini dapat menghambat proses kegiatan pembelajaran mahasiswa STMIK Indonesia Padang. Dengan tidak adanya jadwal rutinitas juga dapat menyebabkan kerusakan pada komputer semakin parah bahkan tidak jarang sampai tidak bisa digunakan lagi.

Hingga saat ini belum ada program aplikasi yang dapat mengatasi masalah Perawatan komputer labor STMIK Indonesia Padang. Dengan belum adanya program aplikasi untuk memantau dan mencatat Perawatan komputer labor, sangat menyulitkan bagi teknisi untuk memantau kerusakan dan membuat laporan. Misalnya dalam pembuatan laporan jumlah komputer yang rusak dalam satu bulan, untuk mengetahui merek komputer yang sering rusak dalam satu bulan, ini masih belum bisa dilakukan karena belum adanya program aplikasi Perawatan.
Dokumen dan pengarsipan masih disimpan secara manual mengakibatkan dokumen tidak tersusun dengan rapi, akibat sering kehilangan data dan kesulitan dalam pencarian data yang dibutuhkan.
Untuk itu perlu dirancang suatu Sistem Informasi yang dapat memberikan informasi yang berkualitas dan data yang tersimpan dengan rapi, serta bisa dibutuhkan kapan saja. Sementara di STMIK Indonesia belum menggunakan sistem informasi Perawatan untuk memantau keadaan komputer labor, maka dari itu diangkat kasus tersebut kedalam skripsi dengan judul “Sistem Informasi Perawatan Komputer Labor STMIK Indonesia

    1. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas dan wawancara yang dilakukan dengan bagian teknisi dan karyawan labor STMIK Indonesia, maka dapat diidentifikasikan masalah sebagai berikut:
  1. Belum ada jadwal rutinitas pengecekan komputer labor.
  2. Belum ada aplikasi pemantau kerusakan komputer labor.
  3. Pengarsipan dokumen pencatatan Perawatan kompter labor yang tidak rapi dan tersusun


    1. Batasan Masalah
Untuk memfokuskan penelitian dan pembahasan agar tidak melenceng dari pembahasan maka perlu dibatasi masalah meliputi :
Informasi kerusakan komputer, pemantauan komputer labor secara real time, Informasi jumlah komputer, informasi jumlah komputer yang kondisi baik, informasi tipe dan merek komputer yang sering terjadi kerusakan, Informasi merk dan spesifikasi komputer yang digunakan di labor.
    1. Rumusan Masalah
Sistem Informasi yang bagaimanakah yang dapat dirancang untuk dapat memantau dan memberi informasi kerusakan komputer labor STMIK Indonesia.
    1. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian yang di lakukan adalah :
  1. Untuk mempermudah petugas labor memantau posisi komputer yang rusak.
  2. Untuk memudah dalam mengetahui merk komputer yang sering bermasalah atau tidak.
  3. Untuk mempermudah petugas labor dalam membuat laporan pengolahan dan pencatatan data komputer labor.
  4. Untuk mempermudah membuat laporan keadaan komputer labor per priode dengan lebih cepat.
  5. Merancang dan memperbaiki sistem dengan menggunakan penerapan perkembangan teknologi, sehingga memudahkan dalam proses pencatatan Perawatan komputer labor STMIK Indonesia.
  6. Untuk mempermudahkan dalam pencarian data komputer labor.
  7. Untuk mempermudah user dalam penyampaian keluhan tentang kendala yang terjadi pada komputer labor.
Adapun manfaat dari penelitian yang dilakukan adalah :
  1. Penulis dapat menuangkan ilmunya ke dalam bentuk skripsi.
  2. Waktu dalam membuat laporan Perawatan komputer labor STMIK Indonesia lebih efisien.
  3. Kesalahan dalam proses pembuatan laporan Perawatan komputer labor STMIK Indonesia menjadi minimum.
  4. Pengarsipan dokumen Perawatan komputer labor menjadi lebih rapi dan tersusun.
  5. Penerimaan informasi menjadi lebih akurat dan jelas.
  6. Perawatan komputer labor menjadi lebih teratur dan terjadwal.
    1. Metode Penelitian
Dalam proses pengumpulan data yang dibutuhkan dalam penyelesaian Skripsi ini, yang menggunakan metode sebagai berikut :
  1. Penelitian Wawancara (Interview), Yaitu pembuatan laporan ini dilaksanakan dan dilakukan dengan cara melakukan tanya jawab dengan pihak bagian labor STMIK Indoneisa.
  2. Penelitian Kepustakaan (Literatur), Yaitu pembuatan laporan ini dilakukan dengan cara mempelajari dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang kami dapatkan dari para pengajar dan referensi-referensi berupa buku yang kemudian kami tuangkan dalam pembuatan sistem ini.
  3. Penelitian Lapangan (Field Research), yaitu suatu metode riset langsung pada obyek permasalahan yang sebenarnya dalam hal ini dilakukan wawancara dan mempelajari atau menganalisa sistem yang sedang berjalan serta kemungkinan-kemungkinan lain yang dapat membatu dalam mengembangkan sistem yang telah ada menjadi sistem yang lebih bermanfaat dan lebih optimal.
  4. System Development Life Cycle (SDLC)
SDLC (Systems Development Life Cycle, Siklus Hidup Pengembangan Sistem) atau Systems Life Cycle (Siklus Hidup Sistem), dalam rekayasa sistem dan rekayasa perangkat lunak, adalah proses pembuatan dan pengubahan sistem serta model dan metodologi yang digunakan untuk mengembangkan sistem-sistem tersebut. Konsep ini umumnya merujuk pada sistem komputer atau informasi. SDLC juga merupakan pola yang diambil untuk mengembangkan sistem perangkat lunak, yang terdiri dari tahap-tahap: rencana (planning), analisis (analysis), desain (design), implementasi (implementation), uji coba (testing) dan pengelolaan (Perawatan). Dalam rekayasa perangkat lunak, konsep SDLC mendasari berbagai jenis metodologi pengembangan perangkat lunak. Metodologi-metodologi ini membentuk suatu kerangka kerja untuk perencanaan dan pengendalian pembuatan sistem informasi, yaitu proses pengembangan perangkat lunak. Terdapat 3 jenis metode siklus hidup sistem yang paling banyak digunakan, yakni: siklus hidup sistem tradisional (traditional system life cycle), siklus hidup menggunakan protoyping (life cycle using prototyping), dan siklus hidup sistem orientasi objek (object-oriented system life cycle)” (http://id.wikipedia.org/wiki/SDLC ,22 Oktober 2012).
SDLC menurut Ardian Agung Yulianto (2009:13) adalah :
System Development Life Cycle disingkat dengan SDLC. SDLC merupakan siklus pengembangan sistem. Pengembangan sistem teknik (engineering system development). SDLC berfungsi untuk menggambarkan tahapan-tahapan utama dan langkah-langkah dari setiap tahapan yang secara garis besar terbagi dalam empat kegiatan utama, yaitu initiation, analysis, design dan implementation. Setiap kegiatan dalam SDLC dapat dijelaskan melalui tujuan (purpose) dan hasil kegiatannya (deliverable). SDLC didefinisikan oleh Departemen Kehakiman AS sebagai sebuah proses pengembangan software yang digunakan oleh analyst system, untuk mengembangkan sebuah sistem informasi. SDLC mencakup kebutuhan (requirement), validasi, pelatihan, kepemilikan (user ownership) sebuah sistem informasi yang diperoleh melalui investigasi, analisis, desain, implementasi, dan perawatan software. Software yang dikembangkan berdasarkan SDLC akan menghasilkan sistem dengan kualitas yang tinggi, memenuhi harapan penggunanya, tepat dalam waktu dan biaya, bekerja dengan efektif dan efsien dalam infrastruktur teknologi informasi yang ada atau yang direncanakan, serta murah dalam perawatan dan pengembangan lebih lanjut.”
  1. Hardware dan Software Pendukung
    1. Perangkat Keras (Hardware)
Sistem Informasi Perawatan Komputer Labor merupakan aplikasi yang berbasis web, sehingga memerlukan perangkat keras degan spesifikasi tertentu untuk menjalankan aplikasi ini supaya aplikasi bisa bekerja dengan baik dan optimal.
Spesifikasi kerangkat keras PC yang digunakan :
Prosessor : Minimal Intel Atom dengan kecepatan 1.0 Ghz
Memory : Minimal 512 Megabyte
Storage : Minimal Hardisk Standard (160 GB).
Spesifikasi diatas hanya untuk melakukan pengujian sistem, jika untuk penggunaan sistem secara optimal disarankan menggunakan komputer yang didesain khusus untuk server.
    1. Perangkat Lunak (Software)
Dalam memabangun Sistem Informasi Perawatan Komputer labor, memerlukan beberapa perangkat lunak (software) pendukung, berikut perangkat lunak (software) yang dibutuhkan :
  • Sistem Operasi
Sistem Informasi Perawatan Komputer Labor merupakan aplikasi opensource dan multi platform, jadi Sistem Informasi Perawatan Komputer Labor dapat menggunakan bermacam-macam sistem operasi diantaranya Windows,Linux, ataupun MacOS. Pada implementasi penulis menggunakan Linux dengan distro Ubuntu versi 11.10. Situs Resmi Ubuntu : www.ubuntu.com
  • Mysql
Mysql merupakan software opensource yang berfungsi sebagai database (data store) penyimpanan data Sistem Informasi Perawatan komputer Labor. Pada saat ini mysql telah mencapai versi 7.3 namun pada implementasi penulis menggunakan mysql versi 5.0. Jadi diharapkan pada pengguna aplikasi Sistem Informasi Perawatan Komputer Labor menggunakan mysql versi 5.0 atau lebih. Situr resmi mysql : www.mysql.com
  • Aphace
Aphace merupakan software yang berbasis server yang akan menjalankan Sistem Informasi Perawatan Komputer Labor, Saat ini aphace sudah mencapai versi 2.4.3 pada implementasi penulis menggunakan aphace versi 2.2.2 Situs Resmi Aphace : www.aphace.org
  • PHP
PHP merupakan bahasa pemograman yang berbasis server (server side). Penulis menggunakan bahasa pemograman PHP dalam proses pengolahan dan pemrosesan data dalam sistem informasi Perawatan komputer labor. Saat ini PHP telah merilis versi 5.4.8, pada implementasi penulis menggunakan PHP versi 5.3.8. Jadi untuk menjalankan sistem informasi Perawatan komputer labor disarankan menggunakan versi 5.3.8 atau yang lebih tinggi. Situs Resmi PHP : www.php.net
  • jQuery
Sistem Informasi Perawatan Komputer labor juga dibangun menggunakan bahasa pemograman javascript, penulis menggunakan library jQuery sebagai library pembantu. Minimal versi 1.7.1 Situs resmi jQuery: www.jquery.com
  • Sofware Editor
Dalam membangun Sistem Informasi Perawatan Komputer Labor dapat dibangun dengan berbagai software editor seperti Notepade, Notepade++, EditPlus, Dreamwever, Geany, phpEdit dll, untuk versi dapat menggunakan semua versi. Pada implementasi penulis menggunakan Geany versi 0.20 untuk sistem operasi linux.
  • Software Browser

Sistem Informasi Perawatan Komputer Labor dioperasikan melalui perangkat lunak browser. Perangkat lunak yang mendukung seperti Mozzila Firefox, Internet Explorer, Google Crome, Safari, Opera dll. Sistem Informasi Perawatan Komputer Labor akan lebih baik dijalankan pada pada versi 3.0 atau yang lebih tinggi.

No comments:

Post a Comment