BAB
I
PENDAHULUAN
- Latar Belakang Masalah
Sistem
informasi menurut Alter adalah suatu sistem kerja yang kegiatannya
ditujukan untuk pengolahan (menangkap, transmisi, menyimpan,
mengambil, memanipulasi dan menampilkan) informasi
(http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi/08
November 2011).
Dengan
menggunakan sistem informasi yang memadai, maka proses pemantauan
keadaan komputer labor
STMIK Indonesia akan memberikan kemudahan bagi petugas
labor dalam menangani masalah yang terjadi pada komputer labor,
dan pada umumnya kepada STMIK Indonesia itu sendiri. Sistem Informasi
yang bagus akan berpengaruh terhadap perguruan tinggi itu sendiri,
yaitu pihak perguruan tinggi mempunyai nilai plus karena sudah
memakai sistem informasi.
Sekolah
Tinggi Manajemen Informatika Komputer (STMIK) Indonesia merupakan
salah satu lembaga pendidikan yang melakukan berbagai upaya untuk
menghasilkan lulusan – lulusan yang handal dalam bidang komputer
yang sesuai dengan perkembangan Teknologi Komputer dan Sistem
Informasi saat ini serta mampu bersosialisasi dan berkomunikasi
dengan baik.
Untuk
memperoleh perguruan tinggi yang unggul maka Sistem
Informasi
Perawatan Komputer Labor STMIK Indonesia harus menetapkan
kriteria-kriteria yang sesuai dan juga harus dipersiapkan dengan
semaksimal mungkin. Dengan
sangat berperannnya sistem informasi yang di terapkan di Instansi
pendidikan terutama
untuk STMIK Indonesia. Dengan adanya perkembangan sistem informasi
dapat membantu petugas labor STMIK Indonesia dalam pemantauan keadaan
komputer labor STMIK Indonesia yang mencakup :
- Informasi Kerusakan Komputer.
- Informasi Jumlah Komputer.
- Informasi Jumlah Komputer yang kondisi baik.
- Informasi tipe dan merek komputer yang sering terjadi kerusakan.
- Informasi merk dan spesifikasi komputer yang digunakan di labor.
Belum
ada jadwal rutinitas untuk mengecek komputer labor secara berkala.
Oleh sebab itu sering terjadi penumpukan kerusakan pada komputer
labor. Dengan adanya penumpukan seperti ini dapat menghambat proses
kegiatan pembelajaran mahasiswa STMIK Indonesia Padang. Dengan tidak
adanya jadwal rutinitas juga dapat menyebabkan kerusakan pada
komputer semakin parah bahkan tidak jarang sampai tidak bisa
digunakan lagi.
Hingga
saat ini belum ada program aplikasi yang dapat mengatasi masalah
Perawatan komputer labor STMIK Indonesia Padang. Dengan belum adanya
program aplikasi untuk memantau dan mencatat Perawatan komputer
labor, sangat menyulitkan bagi teknisi untuk memantau kerusakan dan
membuat laporan. Misalnya dalam pembuatan laporan jumlah komputer
yang rusak dalam satu bulan, untuk mengetahui merek komputer yang
sering rusak dalam satu bulan, ini masih belum bisa dilakukan karena
belum adanya program aplikasi Perawatan.
Dokumen
dan pengarsipan masih disimpan secara manual mengakibatkan dokumen
tidak tersusun dengan rapi, akibat sering kehilangan data dan
kesulitan dalam pencarian data yang dibutuhkan.
Untuk
itu perlu dirancang suatu Sistem
Informasi yang dapat memberikan informasi yang berkualitas dan data
yang tersimpan dengan rapi, serta bisa dibutuhkan kapan saja.
Sementara di STMIK Indonesia belum menggunakan sistem informasi
Perawatan
untuk
memantau keadaan
komputer labor, maka dari itu diangkat kasus tersebut kedalam skripsi
dengan judul “Sistem
Informasi Perawatan Komputer Labor STMIK Indonesia”
- Identifikasi Masalah
Berdasarkan
latar belakang masalah diatas dan wawancara yang dilakukan dengan
bagian teknisi dan karyawan labor STMIK Indonesia, maka dapat
diidentifikasikan masalah sebagai berikut:
- Belum ada jadwal rutinitas pengecekan komputer labor.
- Belum ada aplikasi pemantau kerusakan komputer labor.
- Pengarsipan dokumen pencatatan Perawatan kompter labor yang tidak rapi dan tersusun
- Batasan Masalah
Untuk
memfokuskan penelitian dan pembahasan agar tidak melenceng dari
pembahasan maka perlu dibatasi masalah meliputi :
Informasi
kerusakan
komputer,
pemantauan komputer labor secara real time, Informasi
jumlah
komputer,
informasi
jumlah
komputer
yang kondisi baik, informasi tipe dan merek komputer yang sering
terjadi kerusakan, Informasi merk dan spesifikasi komputer yang
digunakan di labor.
- Rumusan Masalah
Sistem
Informasi yang bagaimanakah yang dapat dirancang untuk dapat
memantau dan memberi informasi kerusakan
komputer labor STMIK Indonesia.
- Tujuan dan Manfaat Penelitian
Adapun
tujuan dari penelitian yang di lakukan adalah :
- Untuk mempermudah petugas labor memantau posisi komputer yang rusak.
- Untuk memudah dalam mengetahui merk komputer yang sering bermasalah atau tidak.
- Untuk mempermudah petugas labor dalam membuat laporan pengolahan dan pencatatan data komputer labor.
- Untuk mempermudah membuat laporan keadaan komputer labor per priode dengan lebih cepat.
- Merancang dan memperbaiki sistem dengan menggunakan penerapan perkembangan teknologi, sehingga memudahkan dalam proses pencatatan Perawatan komputer labor STMIK Indonesia.
- Untuk mempermudahkan dalam pencarian data komputer labor.
- Untuk mempermudah user dalam penyampaian keluhan tentang kendala yang terjadi pada komputer labor.
Adapun
manfaat dari penelitian yang dilakukan adalah :
- Penulis dapat menuangkan ilmunya ke dalam bentuk skripsi.
- Waktu dalam membuat laporan Perawatan komputer labor STMIK Indonesia lebih efisien.
- Kesalahan dalam proses pembuatan laporan Perawatan komputer labor STMIK Indonesia menjadi minimum.
- Pengarsipan dokumen Perawatan komputer labor menjadi lebih rapi dan tersusun.
- Penerimaan informasi menjadi lebih akurat dan jelas.
- Perawatan komputer labor menjadi lebih teratur dan terjadwal.
- Metode Penelitian
Dalam
proses pengumpulan data yang dibutuhkan dalam penyelesaian Skripsi
ini, yang menggunakan metode sebagai berikut :
- Penelitian Wawancara (Interview), Yaitu pembuatan laporan ini dilaksanakan dan dilakukan dengan cara melakukan tanya jawab dengan pihak bagian labor STMIK Indoneisa.
- Penelitian Kepustakaan (Literatur), Yaitu pembuatan laporan ini dilakukan dengan cara mempelajari dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang kami dapatkan dari para pengajar dan referensi-referensi berupa buku yang kemudian kami tuangkan dalam pembuatan sistem ini.
- Penelitian Lapangan (Field Research), yaitu suatu metode riset langsung pada obyek permasalahan yang sebenarnya dalam hal ini dilakukan wawancara dan mempelajari atau menganalisa sistem yang sedang berjalan serta kemungkinan-kemungkinan lain yang dapat membatu dalam mengembangkan sistem yang telah ada menjadi sistem yang lebih bermanfaat dan lebih optimal.
- System Development Life Cycle (SDLC)
“SDLC
(Systems Development Life Cycle,
Siklus Hidup Pengembangan Sistem) atau Systems Life Cycle (Siklus
Hidup Sistem), dalam rekayasa sistem dan rekayasa perangkat lunak,
adalah proses pembuatan dan pengubahan sistem serta model dan
metodologi yang digunakan untuk mengembangkan sistem-sistem tersebut.
Konsep ini umumnya merujuk pada sistem komputer atau informasi. SDLC
juga merupakan pola yang diambil untuk mengembangkan sistem perangkat
lunak, yang terdiri dari tahap-tahap: rencana
(planning),
analisis
(analysis),
desain
(design),
implementasi
(implementation),
uji
coba (testing) dan
pengelolaan
(Perawatan).
Dalam rekayasa perangkat lunak, konsep SDLC mendasari berbagai jenis
metodologi pengembangan perangkat lunak. Metodologi-metodologi ini
membentuk suatu kerangka kerja untuk perencanaan dan pengendalian
pembuatan sistem informasi, yaitu proses pengembangan perangkat
lunak. Terdapat 3 jenis metode siklus hidup sistem yang paling banyak
digunakan, yakni: siklus hidup sistem tradisional (traditional system
life cycle), siklus hidup menggunakan protoyping (life cycle using
prototyping), dan siklus hidup sistem orientasi objek
(object-oriented system life cycle)”
(http://id.wikipedia.org/wiki/SDLC
,22 Oktober 2012).
SDLC
menurut Ardian Agung Yulianto (2009:13) adalah :
“System
Development Life Cycle disingkat dengan SDLC. SDLC merupakan siklus
pengembangan sistem. Pengembangan sistem teknik (engineering system
development). SDLC berfungsi untuk menggambarkan tahapan-tahapan
utama dan langkah-langkah dari setiap tahapan yang secara garis besar
terbagi dalam empat kegiatan utama, yaitu initiation, analysis,
design dan implementation. Setiap kegiatan dalam SDLC dapat
dijelaskan melalui tujuan (purpose) dan hasil kegiatannya
(deliverable). SDLC didefinisikan oleh Departemen Kehakiman AS
sebagai sebuah proses pengembangan software yang digunakan oleh
analyst system, untuk mengembangkan sebuah sistem informasi. SDLC
mencakup kebutuhan (requirement), validasi, pelatihan, kepemilikan
(user ownership) sebuah sistem informasi yang diperoleh melalui
investigasi, analisis, desain, implementasi, dan perawatan software.
Software yang dikembangkan berdasarkan SDLC akan menghasilkan sistem
dengan kualitas yang tinggi, memenuhi harapan penggunanya, tepat
dalam waktu dan biaya, bekerja dengan efektif dan efsien dalam
infrastruktur teknologi informasi yang ada atau yang direncanakan,
serta murah dalam perawatan dan pengembangan lebih lanjut.”
- Hardware dan Software Pendukung
- Perangkat Keras (Hardware)
Sistem
Informasi Perawatan Komputer Labor merupakan aplikasi yang berbasis
web, sehingga memerlukan perangkat keras degan spesifikasi tertentu
untuk menjalankan aplikasi ini supaya aplikasi bisa bekerja dengan
baik dan optimal.
Spesifikasi
kerangkat keras PC yang digunakan :
Prosessor :
Minimal Intel Atom dengan kecepatan 1.0 Ghz
Memory :
Minimal 512 Megabyte
Storage :
Minimal Hardisk Standard (160 GB).
Spesifikasi
diatas hanya untuk melakukan pengujian sistem, jika untuk penggunaan
sistem secara optimal disarankan menggunakan komputer yang didesain
khusus untuk server.
- Perangkat Lunak (Software)
Dalam
memabangun Sistem Informasi Perawatan Komputer labor, memerlukan
beberapa perangkat lunak (software) pendukung, berikut perangkat
lunak (software) yang dibutuhkan :
- Sistem Operasi
Sistem
Informasi Perawatan Komputer Labor merupakan aplikasi opensource dan
multi platform, jadi Sistem Informasi Perawatan Komputer Labor dapat
menggunakan bermacam-macam sistem operasi diantaranya Windows,Linux,
ataupun MacOS. Pada implementasi penulis menggunakan Linux dengan
distro Ubuntu versi 11.10. Situs Resmi Ubuntu : www.ubuntu.com
- Mysql
Mysql
merupakan software opensource yang berfungsi sebagai database (data
store) penyimpanan data Sistem Informasi Perawatan komputer Labor.
Pada saat ini mysql telah mencapai versi 7.3 namun pada implementasi
penulis menggunakan mysql versi 5.0. Jadi diharapkan pada pengguna
aplikasi Sistem Informasi Perawatan Komputer Labor menggunakan mysql
versi 5.0 atau lebih. Situr resmi mysql : www.mysql.com
- Aphace
Aphace
merupakan software yang berbasis server yang akan menjalankan Sistem
Informasi Perawatan Komputer Labor, Saat ini aphace sudah mencapai
versi 2.4.3 pada implementasi penulis menggunakan aphace versi 2.2.2
Situs Resmi Aphace : www.aphace.org
- PHP
PHP
merupakan bahasa pemograman yang berbasis server (server side).
Penulis menggunakan bahasa pemograman PHP dalam proses pengolahan dan
pemrosesan data dalam sistem informasi Perawatan komputer labor. Saat
ini PHP telah merilis versi 5.4.8, pada implementasi penulis
menggunakan PHP versi 5.3.8. Jadi untuk menjalankan sistem informasi
Perawatan komputer labor disarankan menggunakan versi 5.3.8 atau yang
lebih tinggi. Situs Resmi PHP : www.php.net
- jQuery
Sistem
Informasi Perawatan Komputer labor juga dibangun menggunakan bahasa
pemograman javascript, penulis menggunakan library jQuery sebagai
library pembantu. Minimal versi 1.7.1 Situs resmi jQuery:
www.jquery.com
- Sofware Editor
Dalam
membangun Sistem Informasi Perawatan Komputer Labor dapat dibangun
dengan berbagai software editor seperti Notepade, Notepade++,
EditPlus, Dreamwever, Geany, phpEdit dll, untuk versi dapat
menggunakan semua versi. Pada implementasi penulis menggunakan Geany
versi 0.20 untuk sistem operasi linux.
- Software Browser
Sistem
Informasi Perawatan Komputer Labor dioperasikan melalui perangkat
lunak browser. Perangkat lunak yang mendukung seperti Mozzila
Firefox, Internet Explorer, Google Crome, Safari, Opera dll. Sistem
Informasi Perawatan Komputer Labor akan lebih baik dijalankan pada
pada versi 3.0 atau yang lebih tinggi.
No comments:
Post a Comment